Roti Ohh Roti..I love you Pulll☺☺💖
**Siapa Yang Tak Kenal Roti***💕
ROTI...
Salah satu produk pangan yang dikenal praktis dan mengenyangkan. Di Indonesia yang memiliki makanan pokok nasi, roti mungkin dikenal sebagai alternatif pilihan pengganjal rasa lapar, cemilan , bahkan menjadi menu favorite sarapan " mobile" saat tidak sempat duduk manis dimeja makan menikmati sarapan pagi. Terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan yang sangat padat di pagi hari.
Menjadi cemilan? Hmmm..tentu saja kudapan inipun menjadi salah satu favorit. Rasanya yang bervariasi, empuk dan lezat sangat cocok untuk menjadi teman yang menemani saat minum teh, kopi, atau minuman hangat lainnya.
Dan jangan khawatir teksturnya yang empuk menjadikan roti sebagai makanan yang bisa dikonsumsi dari mulai anak anak hingga orang dewasa.
Sebelum kita membahas lebih detail mengenai seluk beluk roti saya ingin mengulas sekilas perjalanan atau sejarah roti hingga hari ini.
* Definisi Dan Sejarah Roti*👣
Sebenernya apa sih definisi roti? Dan bagaimana sejarah singkat atau perkembangan roti sejak awal mula ditemukannya ?
Jika kita bertanya pada kebanyakan orang apa itu roti umumnya mereka menjawab roti..yaa..makanan yang bisa dimakan.
Itu juga bukan jawaban yang salah. Tetapi definisi lengkap roti menurut wikipedia.org adalah
"makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air yang difermentasikan dengan menggunakan ragi. "
Artinya sesuatu dapat disebut roti jika dia terdiri dari tepung terigu, air dan ragi. Dari ketiga bahan tersebut sudah dapat menghasilkan roti yang layak untuk dikonsumsi. Walaupun dari segi rasa akan terasa plain.
Tiga bahan tersebut diatas bisa dikategorikan sebagai bahan yang wajib ada dari suatu proses pembuatan roti.
Namun saat ini seiring dengan berkembangnya teknologi proses pembuatan roti bahan bahan yang digunakan untuk menghasilkan roti pun mengalami penambahan. Seperti mentega, susu, telur, flavour dsb untuk memberikan nilai lebih pada sebuah roti baik dari segi gizi, rasa, tekstur, aroma dan keempukan. Walaupun bahan tambahan tersebut tidak dikategorikan sebagai bahan wajib, tapi pada proses pembuatan roti saat ini menjadi bahan yang sangat penting untuk digunakan.
Apalagi di Indonesia yang memiliki konsumen roti yang lebih prefer memilih roti yang cenderung lebih soft, empuk dan beraroma lezat. Semakin empuk sebuah roti akan semakin lezat dan diminati roti tersebut pada umumnya. Untuk mendapatkan tingkat keempukan tertentu biasanya terdapat food additive atau bahan tambahan makanan berupa bread improver yang merupakan enzim yang dapat mengempukkan tekstur roti. Tetapi bukan berarti tanpa bahan ini sebuah roti tidak bisa menjadi empuk.
Perkembangan proses pembuatan roti ternyata bukan lah proses yang dimulai setahun atau dua tahun saja. Namun perjalanan yang sangaattt panjang yang dimulai sejak 10000-12000 tahun yang lalu disebuah daerah di mesopotamia dan mesir. Pada saat itu peradaban sudah menghasilkan manusia yang mengenal gandum dan sudah mengenal cara primitif untuk mengkonsumsi gandum.
Pada awal mula manusia mengenal roti dengan cara dilumat dengan air menjadi pasta serta dipanaskan dengan api dan dikeringkan berhari hari. Jadi roti pertama yang beehasil dibuat manusia adalah berupa roti kering yang tidak empuk. kemudian proses pembuatan roti berlanjut dengan cara menumbuk gandum lebih halus lalu dicampur air diinjak injak..😅😅
Dan dibakar..
Mengapa diinjak?
Karena gandum yang ditumbuk akan menghasilkan tekstur yang lebih halus dan diinjak.bertujuan membuat roti semakin empuk. Atau istilah sekarangnya adalah membuat adonan lebih kalis dan elastis. Maklum manusia waktu itu belum mengenal mixer atau mesin pengolahan☺
Adonan roti tersebut biasanya diinjak oleh budak
Yang upahnya adalah roti itu sendiri. Yang bermakna rejeki. Sampai akhirnya ribuan tahun kemudian roti ya tetap roti namanya.
Kemudian dari mesopotamia perkembangan roti menyebar ke yunani dan daratan eropa. Pada masa ini roti bukan hanya menjadi makanan pokok akan tetapi makanan yang mencirikan status sosial sebuah kasta golongan atau individu. Semakin gelap warna roti yang dibuat semakin rendah status sosial masyarakat tersebut. Alasannya adalah karena tepung terigu dari gandum yang berwarna putih merupakan komoditas mewah yang mahal harganya pada saat itu. Jadi hanya bisa dibeli oleh kasta atau golongan dan individu yang memiliki status sosial tinggi.
Pada perkembangan selanjutnya di era modern sekarang proses pembuatan roti semakin maju dan berkembang dengan preferensi yang sangat beragam bentuk rasa dan variasi lainnya.
Roti.. adalah makanan yang menjadi saksi sejarah peradaban manusia dari masa ke masa.
** Jenis - Jenis Roti ***
Pernah ke Toko Roti?
Banyak sekali tentunya jenis-jenis roti yang pernah kita nikmati atau yang pernah dijual di toko roti favorit kita.
Jenis-jenis Roti menurut beberapa sumber dapat dibedakan menjadi beberapa bagian :
**Siapa Yang Tak Kenal Roti***💕
ROTI...
Salah satu produk pangan yang dikenal praktis dan mengenyangkan. Di Indonesia yang memiliki makanan pokok nasi, roti mungkin dikenal sebagai alternatif pilihan pengganjal rasa lapar, cemilan , bahkan menjadi menu favorite sarapan " mobile" saat tidak sempat duduk manis dimeja makan menikmati sarapan pagi. Terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan yang sangat padat di pagi hari.
Menjadi cemilan? Hmmm..tentu saja kudapan inipun menjadi salah satu favorit. Rasanya yang bervariasi, empuk dan lezat sangat cocok untuk menjadi teman yang menemani saat minum teh, kopi, atau minuman hangat lainnya.
Dan jangan khawatir teksturnya yang empuk menjadikan roti sebagai makanan yang bisa dikonsumsi dari mulai anak anak hingga orang dewasa.
Sebelum kita membahas lebih detail mengenai seluk beluk roti saya ingin mengulas sekilas perjalanan atau sejarah roti hingga hari ini.
* Definisi Dan Sejarah Roti*👣
Sebenernya apa sih definisi roti? Dan bagaimana sejarah singkat atau perkembangan roti sejak awal mula ditemukannya ?
Jika kita bertanya pada kebanyakan orang apa itu roti umumnya mereka menjawab roti..yaa..makanan yang bisa dimakan.
Itu juga bukan jawaban yang salah. Tetapi definisi lengkap roti menurut wikipedia.org adalah
"makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air yang difermentasikan dengan menggunakan ragi. "
Artinya sesuatu dapat disebut roti jika dia terdiri dari tepung terigu, air dan ragi. Dari ketiga bahan tersebut sudah dapat menghasilkan roti yang layak untuk dikonsumsi. Walaupun dari segi rasa akan terasa plain.
Tiga bahan tersebut diatas bisa dikategorikan sebagai bahan yang wajib ada dari suatu proses pembuatan roti.
Namun saat ini seiring dengan berkembangnya teknologi proses pembuatan roti bahan bahan yang digunakan untuk menghasilkan roti pun mengalami penambahan. Seperti mentega, susu, telur, flavour dsb untuk memberikan nilai lebih pada sebuah roti baik dari segi gizi, rasa, tekstur, aroma dan keempukan. Walaupun bahan tambahan tersebut tidak dikategorikan sebagai bahan wajib, tapi pada proses pembuatan roti saat ini menjadi bahan yang sangat penting untuk digunakan.
Apalagi di Indonesia yang memiliki konsumen roti yang lebih prefer memilih roti yang cenderung lebih soft, empuk dan beraroma lezat. Semakin empuk sebuah roti akan semakin lezat dan diminati roti tersebut pada umumnya. Untuk mendapatkan tingkat keempukan tertentu biasanya terdapat food additive atau bahan tambahan makanan berupa bread improver yang merupakan enzim yang dapat mengempukkan tekstur roti. Tetapi bukan berarti tanpa bahan ini sebuah roti tidak bisa menjadi empuk.
Perkembangan proses pembuatan roti ternyata bukan lah proses yang dimulai setahun atau dua tahun saja. Namun perjalanan yang sangaattt panjang yang dimulai sejak 10000-12000 tahun yang lalu disebuah daerah di mesopotamia dan mesir. Pada saat itu peradaban sudah menghasilkan manusia yang mengenal gandum dan sudah mengenal cara primitif untuk mengkonsumsi gandum.
Pada awal mula manusia mengenal roti dengan cara dilumat dengan air menjadi pasta serta dipanaskan dengan api dan dikeringkan berhari hari. Jadi roti pertama yang beehasil dibuat manusia adalah berupa roti kering yang tidak empuk. kemudian proses pembuatan roti berlanjut dengan cara menumbuk gandum lebih halus lalu dicampur air diinjak injak..😅😅
Dan dibakar..
Mengapa diinjak?
Karena gandum yang ditumbuk akan menghasilkan tekstur yang lebih halus dan diinjak.bertujuan membuat roti semakin empuk. Atau istilah sekarangnya adalah membuat adonan lebih kalis dan elastis. Maklum manusia waktu itu belum mengenal mixer atau mesin pengolahan☺
Adonan roti tersebut biasanya diinjak oleh budak
Yang upahnya adalah roti itu sendiri. Yang bermakna rejeki. Sampai akhirnya ribuan tahun kemudian roti ya tetap roti namanya.
Kemudian dari mesopotamia perkembangan roti menyebar ke yunani dan daratan eropa. Pada masa ini roti bukan hanya menjadi makanan pokok akan tetapi makanan yang mencirikan status sosial sebuah kasta golongan atau individu. Semakin gelap warna roti yang dibuat semakin rendah status sosial masyarakat tersebut. Alasannya adalah karena tepung terigu dari gandum yang berwarna putih merupakan komoditas mewah yang mahal harganya pada saat itu. Jadi hanya bisa dibeli oleh kasta atau golongan dan individu yang memiliki status sosial tinggi.
Pada perkembangan selanjutnya di era modern sekarang proses pembuatan roti semakin maju dan berkembang dengan preferensi yang sangat beragam bentuk rasa dan variasi lainnya.
Roti.. adalah makanan yang menjadi saksi sejarah peradaban manusia dari masa ke masa.
** Jenis - Jenis Roti ***
Pernah ke Toko Roti?
Banyak sekali tentunya jenis-jenis roti yang pernah kita nikmati atau yang pernah dijual di toko roti favorit kita.
Jenis-jenis Roti menurut beberapa sumber dapat dibedakan menjadi beberapa bagian :
1). Berdasarkan teknik akhir proses pembuatan
2). Berdasarkan Fungsi dan waktu penyajian
3). Berdasarkan rasa atau bentuk isian
1) Roti berdasarkan teknik akhir proses pembuatannya adalah
a) Roti yang Di Oven
Roti yang dioven adalah jenis roti yang paling kita kenal yang pada umumnya dibuat dan dijual di toko roti. Roti jenis ini tahapan akhirnya dilakukan dengan proses pemanggangan adonan yang sudah dibentuk kedalam oven. Baik itu oven manual, oven listrik atau oven digital skala industri.
Untuk pembuatan roti yang dioven ini disarankan menggunakan jenis terigu protein tinggi yang mengandung 13-14 persen protein. Karena protein yang tinggi akan menghasilkan gluten yang banyak dan menghasilkan serat roti yang cantik ketika dipanggang.
b ) Roti Yang Dikukus
Roti jenis ini adalah roti yang teknik akhir pembuatannya dikukus menggunakan alat pengukus atau steamer atau bisa juga dandang dalam skala kecil. Lama waktu pengukusan tergantung dari besar kecilnya roti. Biasanya waktu kukus untuk roti yang berukuran kecil adalah sekitar sepuluh menit. Dan semakin besar ukurannya akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengukus.. contoh jenis roti ini adalah sejenis phau dan berbagai variannya.
Biasanya untuk jenis roti ini digunakan tepung terigu yang berprotein rendah dengan kadar sekitar 11 persen. Karena jenis tepung ini bisa membantu mempertahankan kelembutan. Selain itu juga roti yang dikukus pada umumnya menggunakan campuran tepung tang mieng agar hasil akhir roti lebih putih.
2). Jenis Roti Berdasarkan Fungsinya dan Waktu Penyajiannya.
Di Asia Tenggara khususnya indonesia roti bukanlah makanan pokok utama. Sehingga dapat dikonsumsi untuk berbagai fungsi dan tujuan tertentu dan disajikan di waktu-waktu tertentu. Roti lebih banyak berfungsi sebagai cemilan, suguhan atau pengganjal lapar.
Sehingga perkembangan roti di Asia Tenggara dari segi varian isi, bentuk dan rasa nya lebih bervariasi sesuai fungsinya dan waktu penyajiannya. Dibandingkan di Eropa dan Amerika. Beberapa klasifikasi pembagian roti berdasarkan fungsi tersebut adalah untuk sarapan, untuk hidangan pesta dan suguhan, serta untuk diet sehat,
Jenis roti untuk sarapan biasanya bertekstur agak padat. Maksudnya adalah supaya lebih bersifat mengenyangkan. Dari segi rasa, roti untuk sarapan memiliki rasa yg lebih netral yaitu tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin. Bahkan cenderung tawar. Untuk pelengkap gizi dan rasa kadang ditambahkan bahan makanan lain seperti daging dan sayur untuk menambah nilai gizi. Contoh roto yang teemasuk jenis roti ini adalah Clover roll, berbagai jenis roti tawar, soft roll, twist bread yang besar, dan sebagainya.
Gambar.1 dan 2. Jenis Roti Untuk Sarapan ; Clover roll yang sudah dimodifikasi menjadi rasa pandan dan cokelat
Lain lagi ketika kita membuat roti untuk pesta dan suguhan. Yang bertekstur lebih ringan dan tidak.begitu padat. Dibuat dengan bentuk yang kecil-kecil dan cantik dengan berbagai varian rasa. Roti ini biasa disajikan saat terdapat acara ceremonial, pesta, hidangan special dan sebagainya. Contoh jenis roti ini misalnya jenis ollieballen, roti cup, roti unyil, tuna and floss roll bread, dan sebagainya
Untuk fungsinya sebagai diet sehat roti juga dapat dibuat dengan kombinasi bahan-bahan penunjang yang sehat. Yaitu dengan menggunakan bahan bahan subtitusi yang alami dan sehat. Juga bahan pelengkap yang sehat dan menghindarkan dari penggunaan bahan kimia seperti pengawet dan pengempuk kimia.
Bahan subtitusi bertujuan mengurangi persentase senyawa gluten yang dikandung terigu. Misalnya bisa digantikan oleh umbi. Seperti kentang, sayuran ataupun buah. Contoh Jenis Roti ini misalnya roto sisir bayam tuna, roti ubi ungu, potato bread, pumpkin bread dan sebagainya.
Jenis roti lain yang menarik disiguhkan untuk pesta dan acara special adalah yeast cake. Yaitu gabungan antara roti dan cake. Sebagai roti cukup lembut dan sebagai cake agak keras. Adonan dibuat mirip cake tapi memakai yeast dengan proses fermentasi seperti roto. Roti yang terkenal jenis ini adalah bluder yeast cake.
3). Jenis Roti Berdasarkan Rasa dan Isi
Roti berdasarkan rasanya terbagi menjadi dua bagian besar yaitu roti manis dan roti tawar. Dua jenis roti ini paling banyak dijadikan produk industri. Baik Industri besar maupun kecil. Dan dua produk ini juga banyak dijual di toko roti dan bakery.
Roti manis adalah jenis roti yang persentase penggunaan gulanya lebih tinggu daripada roti tawar. Memiliki varian rasa yang lebih variatif dan bentuk yang kreatif. Roti manis yang berukuran besar bisa dibentuk menjadi roti bantak, roti keset, dan sebagainya.
Sedangkan roti tawar adalah jenis roti yang berbentuk slive dan memiliki rasa yang tawar. Roti ini umumnya dikonsumsi bersama jam atau kuliner lainnya seperti bubur kacang ijo. Selain itu roti ini juga dijadikan bahan pembuatan sandwich.
Berdasarkan Isi (filling) roti dibagi menjadi roti dengan isi dan tanpa isi. Isi disini maksudnya adalah rasa didalam adonan roti. Roti ini umumnya berkembang di asia tenggara. Dengan berbagai varian isi seperti cokelat, keju, jam dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar